Yayasan Sunan Drajat Sugio kembali melaksanakan kegiatan rutin pembiasaan sholat Jumat berjamaah pada hari Jumat, 25 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya yayasan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter spiritual peserta didik. Bertempat di masjid yayasan, kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dari unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Sunan Drajat Sugio.
Yang menjadi khotib pada pelaksanaan sholat Jumat kali ini adalah Bapak A. Rofiq, S.H., S.Pd. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan religius yang berkaitan dengan momentum berakhirnya bulan Muharram, salah satu bulan yang dimuliakan dalam kalender hijriyah. Bapak Rofiq mengawali khutbahnya dengan mengingatkan jamaah tentang keutamaan bulan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan oleh Allah SWT. Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, memperkuat hubungan dengan Allah, dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Namun demikian, beliau juga mengingatkan bahwa berakhirnya bulan Muharram bukan berarti akhir dari upaya meningkatkan amal ibadah.
Beliau juga mengajak para siswa dan jamaah untuk memaknai momen ini sebagai titik tolak dalam memperbaiki diri dan memperbanyak amal soleh sepanjang tahun. Dalam konteks pendidikan karakter, pesan-pesan ini sangat relevan untuk membentuk pribadi muslim yang bertanggung jawab, disiplin, dan berakhlak mulia. Kegiatan pembiasaan sholat Jumat berjamaah ini telah menjadi rutinitas di lingkungan Yayasan Sunan Drajat Sugio. Tidak hanya sebagai kewajiban ibadah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran spiritual yang langsung dipraktikkan. Siswa-siswa tidak hanya diajak untuk memahami teori tentang sholat dan khutbah Jumat di kelas, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaannya.
Pihak yayasan berharap, dengan adanya pembiasaan ini, siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang cinta masjid, cinta ibadah, dan memiliki kepekaan sosial serta moral. Kegiatan ini juga mempererat hubungan antarwarga sekolah dan menciptakan suasana religius yang positif di lingkungan pendidikan. Melalui kegiatan seperti ini, Yayasan Sunan Drajat Sugio membuktikan komitmennya dalam membina generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan moral.








