Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2025, Yayasan Sunan Drajat Sugio menggelar kegiatan Perjusa (Perkemahan Jumat Sabtu) yang berlangsung pada tanggal 18–19 Juli 2025. Bertempat di Bumi Perkemahan Pangkatrejo, kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga yayasan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP, MTs, MA, SMA hingga SMK. Perjusa menjadi wadah penguatan karakter, kebersamaan, serta pengenalan budaya sekolah secara menyenangkan dan bermakna.
Kegiatan dimulai pada Jumat siang dengan pendirian tenda oleh para peserta yang tampak antusias bekerja sama dalam kelompok mereka. Setelah seluruh tenda berdiri rapi, acara dilanjutkan dengan apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMA Sunan Drajat Sugio, Bapak A. Rofiq, S.H., S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan perkemahan sebagai sarana pembentukan jiwa mandiri, disiplin, serta kebersamaan antarpelajar lintas jenjang.
Usai apel pembukaan, suasana menjadi lebih akrab dan cair dengan sesi ice breaking serta permainan seru yang dipandu oleh kakak pembina dari masing-masing unit sekolah. Tawa ceria dan semangat peserta menggema di seluruh area perkemahan, menunjukkan antusiasme mereka dalam mengikuti setiap rangkaian acara. Setelah sesi tersebut, peserta diberi waktu untuk ishoma (istirahat, sholat, dan makan), guna mempersiapkan diri untuk agenda malam harinya.
Malam hari menjadi puncak kebersamaan, diawali dengan kegiatan pentas seni (pensi) yang menampilkan berbagai kreativitas siswa dalam bentuk tarian, musik, drama, dan puisi. Kebersamaan semakin terasa hangat saat api unggun dinyalakan, menjadi simbol semangat dan persatuan seluruh peserta. Suasana khidmat namun hangat tercipta ketika para peserta duduk melingkar, berbagi cerita dan kesan dalam heningnya malam alam terbuka. Setelah api unggun, peserta beristirahat untuk menyambut agenda esok hari yang tak kalah seru.
Keesokan paginya, kegiatan diawali dengan sholat Subuh berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan bersih diri dan senam pagi. Udara segar dan semangat pagi mendorong peserta mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat. Setelah sarapan, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial yang menjadi bagian penting dari Perjusa. Peserta menyusuri lima dusun di Desa Pangkatrejo, membawa paket sembako dan menyapa warga sekitar dengan ramah. Aksi sosial ini menjadi momen pembelajaran berharga tentang kepedulian dan empati terhadap sesama.
Kegiatan Perjusa ditutup dengan apel penutupan yang penuh haru dan rasa syukur. Dalam momen terakhir, seluruh peserta bersalaman dengan kakak pembina sebagai simbol perpisahan dan penghargaan atas bimbingan selama kegiatan.
Perjusa bukan hanya sekadar perkemahan, tetapi pengalaman berharga yang menanamkan nilai-nilai positif, mempererat silaturahmi, dan mengukir kenangan indah dalam langkah awal tahun ajaran baru di Yayasan Sunan Drajat Sugio.










